23 August 2011

Para Juara Microsoft Imagine Cup 2011



Ajang Microsoft Imagine Cup 2011 telah berlalu, namun inovasi-inovasi mereka di bidang teknologi tidak dapat ditinggalkan begitu saja, dan inilah para pemenangnya :
                                                                                                                                                                                                                                   
Tim Hermes (Irlandia) – Juara 1, Software Design

Proyek tim Hermes, yang juga diberi nama Hermes adalah sebuah perangkat mobil yang dapat dipasang di diagnostic port pada dashboard mobil-mobil yang diproduksi sejak tahun 2000. alat itu akan memonitor tingkah laku pengemudi, mencatat hal-hal seperti kecepatan mobil, RPM, dan G-Force kemudian mengirimkan informasi tersebut untuk kemudian dianalisis. Data tersebut dikirimkan ke aplikasi yang terpasang di smartphone pengemudi dan pemilik kendaraan. Sehingga para orangtua akan lebih mudah memantau anak-anak mereka yang baru belajar mengemudi. Alat tersebut akan memberi peringatan pada pengemudi apabila ada bahaya, atau memasuki kawasan jalan yang tidak aman. Pengemudi dapat mencatat hasil perjalanannya pada Hermes dan dapat melihat kemajuan mereka mengemudi, juga dapat membandingkannya dengan pengemudi lain.

Tim Hermes telah membicarakan kerjasama dengan Otoritas Keamanan Jalan Irlandia untuk mengembangkan produk mereka. Mereka juga didekati oleh sebuah perusahaan asuransi Amerika saat mereka berada di kota untuk Imagine Cup.


NTHUCS (Taiwan) – Juara 1, Embedded Development

Proyek tim NTHUCS dari Taiwan dibuat menggunakan Sistem Operasi Windows yang tertanam di dalamnya. Bertujuan untuk membatu orang keluar secara aman dari gedung saat terjadi kebakaran. Mereka memasang beberapa sensor wireless yang mampu mendeteksi api dan asap ke sebuah e-box yang menentukan rute jalan keluar yang aman berdasarkan informasi yang didapat dari sensor-sensor tersebut secara real-time. Sinar Laser dan LED lalu akan menunjukkan jalan keluar dari gedung, sehingga orang dapat dengan mudah mengikutinya menuju pintu keluar yang aman

Tim ini terinspirasi untuk membuat proyek ini dari sebuah peristiwa kebakaran gedung yang terjadi di taiwan tahun 2010.  


Geekologic (Perancis) – Juara 1, Game Design (Mobile)

Game buatan Geekologic, Brainergy, dibuat untuk Windows Phone 7 menggunakan XNA Game Studio, bertujuan mengajarkan pemain bagaimana cara untuk mengumpulkan dan memanfaatkan energi terbarukan (Renewable Energy). Pemain akan menghadapi kota yang terpolusi dan ditugaskan untuk memindahkan konverter dan deflektor untuk menangkap tujuh energi terbarukan yang berbeda untuk membersihkan kota tersebut. Tiap level merupakan kota yang berbeda, dan pemain ditugaskan untuk menyesuaikan saat mereka sadar beberapa konverter bekerja lebih baik dari yang lain.

Lihat demo game Brainergy di sini..

Tim Geekologic saat ini sedang bekerjasama dengan Polm studio untuk memasarkan gane nereka. Mereka juga ingin mengembangkan game ini untuk platform iPhone dan Android buln Oktober ini.

 

Cellardoor (Polandia) – Juara 1, Game Design (web)

The Book of Elm, yang dikembangkan tim Cellardor, adalah sebuah buku cerita interaktif, dimana penggunanya terlibat di dalamnya menggunakan bayangan yang diciptakan sebuah objek di depan sebuah webcam, atau menggunakan touchscreen atau mouse. Dibuat untuk web menggunakan Microsoft Silverlight. Tujuan game ini adalah untuk membimbing anak-anak terlibat dengan buku secara lebih menyenangkan. Buku itu sendiri menceritakan tentang seorang pria kecil yang imut bernama Elm, yang menekankan kepedulian pada lingkungan. Saat pengguna membaca buku ini, beberapa tantangan akan muncul. Tim Cellardoor berharap untuk menanamkan budaya cinta membaca dan kepedulian akan lingkungan sekaligus.

 

Signum Games (Brazil) – Juara 1, Game Design (Windows/Xbox)

Game buatan Signum Games bernama UCan ini adalah semacam SimCity kemanusiaan. Dibuat untuk Windows 7 menggunakan XNA Game Studio. Dalam game ini, jika pemain banyak melakuka perbuatan baik, maka para sukarelawan di kota akan membantu membangun sekolah, rumah sakit, membersihkan sampah dan berperang melawan flu burung. Tim ini berharap game buatan mereka akan diinstal di sekolah-skolah umum.

Lihat demo game UCan di sini.

Endeavour_Design (Romania) – Juara 3, Embedded Development
autoRobot buatan Endeavour_Design bertujuan untuk mengatasi secara lebih baik mengenai masalah kelelahan pengemudi dibandingkan yang dilakukan pembatas jalan raya. Mereka terinspirasi oleh cara bayi belajar refleks, kata salah satu anggota, Juliana Valcea. Sbuah algoritma “belajar” mengajarkan prototip robot mereka untuk tidak menabrak benda, bahkan jika manusia yang mengontrolnya memerintahkan hal itu. Saat diintegrasikan ke mobil, sistem tersebut akan aktif secara otomatis saat pengemudi tertidur di jalan. Namun pengemudi juga dapat mengaktifkannya secara manual saat sedang tidak tertidur.
Tim Endeavour_Design sedang membicarakan kerjasama dengan sebuah perusahaan mobil Jerman untuk memasang fungsi yang sama pada beberapa bagian yang berbeda-beda, membuat sistem yang sama seperti prototip mereka untuk dapat dipasang di mobil.


Tim Note-Taker (Amerika serikat) – Juara 2, Software Design
Ketika David Hayden mengambil jurusan matematika di Arizona State University, gangguan penglihatannya membuat sulit baginya untuk mencatat pelajaran di kelas. Dia akhirnya harus menarik diri dari beberapa kelas. "Saya mahasiswa 4.0," katanya, "jadi ini tidak bisa diterima." diapun membangun sistemnya sendiri. Menggunakan kamera dan tablet PC, software Note-taker menampilkan sebuah rekaman kamera di salah satu sisi layar di mana pengguna dapat men-zoom, pause, rewind, dan me-replay. Di sisi layar yang lain, siswa dapat mencatat dengn tulisan tangan atau ketikan. Sistem tersebut juga merekam audio dan video dan menyesuaikannya dengan catatan siswa, sehingga siswa dapat me-review catatan mereka yang salah kemudian.
Genersi pertama prototip kamera Note-Taker dibuat dari bagian-bagian yang dibeli dari toko; yang kedua, menggunakan sebuah botol selai kacang. Tim ini sekarang sedang mengembangkan prototip ketiga mereka, casingnya dicetak secara 3D, tetepi jika ingin alat mereka diproduksi secara massal, mereka harus mendesain ulang, sehingga biayanya akan lebih murah.

OneBuzz (Selandia Baru) – Finalis, Software Design

Vinny Lohan pernah menderita malaria dua kali dalam hidupnya, ibunya juga menderita penyakit yang sama saat ia sedang hamil dirinya. Maka, ia dan  teman-temannya mengembangkan OneBuzz, sebuah software berbasis modul yang membantu melacak penyebaran wabah malaria, pengiriman obat di daerah yang berbeda-beda, iklim dan lain-lain. Menggunakan informasi yang didapat dari citra satelit dan teks yang dikirimkan para peneliti dan badan kesehatan. Software tersebut menganalisis semua data untuk mencoba memprediksi secara akurat kapan dan di mana wabah malaria akan terjadi, dan kapan suatu daerah kehabisan stok obat, sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.

Tim ini mengembangkan software tersebut setelah menghabiskan waktu sebulan di India dan mencatat kebutuhan penggunanya. Meeka kemudian merencanakan untuk mengetes di lapangan secara langsung di wilayah Bihar, India, sebelum menyebarkannya ke seluruh dunia dengan bantuan Badan Penelitian Malaria Institut India.

 

Tim Dragon (Amerika Serikat) – Juara 3, Game Design (Mobile)

Saat bekerja di Abramson Center for the Future of Health, Pierre Elias mendapatkan sebuah ide untuk membuat video game untuk anak-anak penderita asma agar pemeriksaan asma rutin mereka terasa menyenangkan. Sayangnya, ia tidak tahu bagaimana membuat sebuah game. Maka ia kemudian membentuk tim dari kelas desain game di Rice university dan memberi mereka “kebebasan berkreasi penuh”. Dan lahirlah Azmo the Dragon. Anak-anak bernapas melalui spirometer yang memonitor fungsi paru-paru mereka dan membuat Amo di layar handphone mereka menyemburkan api. Setiap saat mereka mengalahkan boss di suatu level, paru-paru mereka direkam dan informasinya lalu diberikan kepada dokter.

Tim ini sekarang sedang mencari dana dan berharap secepatnya melakukan uji klinis. Mereka juga sedang “bermain-main” tentang ide menggabungkan spirmeter ke Handphone, tapi hal itu mungkin agak sulit. :Belum pernah ada yang menggabungkan cara ini sbelumnya,” ujar Elias.

Artikel Terkait : Microsoft Imagine Cup 2011 : Teknologi untuk Pembangunan Dunia
Referensi : Popular Science

0 Comments:

Post a Comment

Popular Posts